Bu Ida - Warung Mie Ayam

Diperbarui: 23 Agu

“Kalau saya pengen ada parkir-parkir khusus untuk ojol. Jadi kita nggak terganggu untuk beraktivitas. Kalau tentang area pintu A, saya nggak ada komplen. Selama ini nggak ada kasus juga, tapi sih kalo bisa pengennya supaya ramai biar nggak seram.”

Sudah berapa lama berdagang disini, dan kenapa pilih disini bu?

Sudah ada 6 bulan. Saya warga asli sini, di RT 10. Pilih lokasi disini kebetulan aja ada yang nawarin, jadi langsung saya isi. Tadinya saya jualan di Pos Giro depan Fatmawati. Disitu sudah tahunan, tapi pindah karena kantinnya sepi banget. Bukan karena pandemi, tapi karena di belakang memang sepi, dan sudah ada dua yang dagang mie ayam. Seharinya dapat Rp. 80.000, paling banyak 250.000. Saya coba kesini, awalnya sedih juga, 150-200 ribuan. Sekarang mulai-mulai naik, dapat 300-350 ribu per hari.


Jam buka dan jam ramainya kapan, bu?

Saya buka jam 8 pagi, abis isya, 19.30 tutup. Jam paling rame biasanya jam 12 atau sore abis magrib. Tapi nggak menentu juga.


Ada pengaruh MRT untuk yang makan disini?

Pelanggan biasanya orang mampir ya, penumpang MRT, kalau orang asli sini jarang. Orang ojol ada juga makan disini satu dua. Mungkin karena ada MRT semakin rame, makanya pendapatan meningkat.


Ada rencana daftar aplikasi bu?

Belum bikin sih, tapi ada rencana kesana. Kios-kios di sekitar sini sudah pada pakai aplikasi, martabak sebelah, sate juga. Saya aja nih belum, abis lebaran insyaallah.


Ada pengeluaran apa aja untuk sewa disini, bu?

Biaya sewa sama, tapi total sebetulnya lebih mahal disini. Selain sewa, ada biaya keamanan, listrik, dan sampah. Keamanan bayar ke orang komplek, sampah juga ada petugasnya.


Pendapat tentang area MRT? Baik sebagai pedagang ataupun warga asli sini?

Kadang banjir disini kalau hujan besar, mas. Karena saluran airnya nggak jalan, jadi airnya keluar semua. Bahkan sampai masuk ke dalam. Jalanan macet kalo sore, sedikit terganggu tapi udah terbiasa.


Kalau saya pengen ada parkir-parkir khusus untuk ojol. Jadi kita nggak terganggu untuk beraktivitas. Kalau tentang area pintu A, saya nggak ada komplen. Selama ini nggak ada kasus juga, tapi sih kalo bisa pengennya supaya ramai biar nggak seram.


Gimana hubungan antar pedagang disini?

Sama-sama saling kenal saling tahu, kan beberapa pedagang orang sini juga. Walaupun beda-beda, ada yang orang jauh, soto lamongan, juga tukang kopi. Tukang sate juga warga belakang sini. Disini cukup guyub kok.


Kalau hubungan dengan pedagang di depan SPBU (area D)?

Kurang kenal ya yang gerobakan, mereka paling lewat-lewat sini aja, tapi nggak ada yang mangkal. Mungkin karena disini juga udah rame.


2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua