Mas Faozi - Sopir Ojol

Diperbarui: 18 Sep 2021

Turunan mobilitas sejak COVID-19 merupakan tantangan besar untuk komunitas sopir ojol di Jakarta.

Halo mas, boleh kami tanya tentang situasi sejak pandemi covid ini?

Oh iya silakan, mau nanya apa aja?


Ya, pertama-tama gimana dengan dampak PSBB bulan maret ini?

Wah iya memang turunan pendapatan kami drastis ya, lebih dari 70%nya tiba-tiba hilang. Kan tidak boleh antar penumpang.


Tapi antar makanan atau barang tetap bisa ya mas?

Gofood sama gosend bisa, tapi dulu bagian besar ordernya ojek online itu penumpang, jadi masih susah. Selain itu kalo antarin makanan atau barang waktunya jauh lebih lama, soalnya kalo dapat order gofood misalnya, kami harus tunggu di restorannya kan sebelum antar ke tempat pemesan. Apalagi kalo ke komplek apartemen ya. Susah cari pintu yang bener, ada orang yang tidak berani keluar untuk ambilnya.


Nah, mas Faozi mangkal di stasiun Manggarai ini, pusat transit dari KRL. Pas PSBB gimana, cari tempat lain?

Ya sih pas PSBB itu saya ke cempaka putih, di sana lebih banyak tempat makan jadi dapat order lebih banyak.


Tapi tidak cukup ya?

Memang tidak. Jauh lebih rendah dari UMR ya. Kami sopir bukan pegawai perusahan platform, ‘partner’ aja, jadi enggak ada tanggung jawabnya. Banyak driver sudah pulang kampung karena itu.


Kalo masa transisi kebiasaan baru ini gimana?

Nah justru situasi enggak jauh beda buat kami ya. Sekolah belum pada buka, sama banyak orang kantor masih work from home aja. Masih cukup susah dapat order ya, mislanya hari ini sejak jam 6:30 tadi cuman dapat satu. Kami lebih banyak nongkrong kayak gini ya, jadi pengeluarannya makin besar juga. Kasian kan orang warung ini kalo kami enggak beli kopi, kan?


Iya, memang susah ya. Semoga lebih lancar kedepan mas.

Insyaallah ya.

13 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua