Mas Yana - PKL Gado-gado

Diperbarui: 18 Sep 2021

Mas Yana mangatur sepertigaan usaha gado-gado yang juga ada lokasi lain di kawasan Karet.

Bapak tinggal dimana?

Saya tinggal di kos dengan saudara dan Paman. Paman saya mengajarkan kami cara membuat gado-gado. Lalu, kami berjualan gado-gado menyebar di tempat yang berbeda-beda.


Jadi usaha ini dijalankan bertiga?

Ya. Dulu saya dagang rokok dan mie instan di beberapa tempat. Kemudian Paman saya mengajak untuk ikut usaha gado-gado. Kita juga mengajak orang lain untuk bergabung, tapi beberapa kurang berminat atau sulit mengatur jadwal berjualan.


Apakah ada perubahan bentuk usaha sejak awal dimulai hingga sekarang?

Saya senang dan nyaman di lokasi ini. Saya bayar semacam retribusi ke RT setempat, tapi diharuskan ikut bantu kegiatan warga seperti kerja bakti juga. Saat ini, tukang dagang di sebelah (dulu pedagang gorengan) tidak lagi diizinkan berjualan oleh Ketua RT, karena dinilai tidak disiplin dan membuat kotor. Ketua RT saat ini tidak lagi mengizinkan adanya tambahan tukang dagang di wilayahnya.



Bagaimana usaha ini memberikan keuntungan?

Usaha gado-gado saat ini sebenarnya terdiri dari 3 tempat usaha yang berbeda. Paman saya di kantin Gedung Departemen Kesehatan, satu orang saudara saya di depan gang kampung Karet, dan saya di gang belakang. Kami belanja bahan-bahannya bersama di pasar, tapi harga jualnya berbeda tergantung tempat berjualannya. Di kantin Departemen Kesehatan, harga jual mencapai 25rb, sedangkan di gerobak seperti saya hanya 12rb.



Kalau mengenai rencana ke depannya?

Rencana ke depan? Mungkin kalau nanti saya berkeluarga, saya ingin pindah berjualan di tempat yang lebih permanen seperti kantin. Tapi saat ini saya masih merasa lebih nyaman usaha pakai gerobak karena jadwal kerja lebih fleksibel. Sambil duduk-duduk di luar lebih enak juga, kan?


Ya betul. Terimakasih Pak

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua