Mba Nur - Kios Nasi Uduk

Diperbarui: 14 Feb

Setelah anaknya lahir, Mbak Nur mulai ikut ibunya untuk jualan nasi uduk pagi-pagi. Dia merasa jualan informal seperti ini lebih cocok untuk gaya hidup Ibu Rumah Tangga karena lebih fleksibel. Selain fleksibel, lokasi yang tidak jauh dari rumah juga membuat Mbak Nur tidak merasa membebani ibu karena menitipkan anaknya. Mbak Nur juga menikmati perasaan yang lebih santai saat jualan di pinggir jalan pagi-pagi, sebelum biasanya jadi panas dan ramai dengan kendaraan.

Selamat Pagi Mbak, kios ini lagi rame ya walaupun pagi-pagi banget.

Alhamdulillah, banyak orang begitu cari sarapan, iya pasti nasi uduk itu cocok. Di sini kan ada banyak pedagang lain, tukang parkir dan pekerja toko-toko yang semua datangnya pagi juga, mau makan sebelum mulai bekerja.


Betul sekali, jadi Mbak Nur selalu jualan pagi-pagi ya?

Iya, saya pasang meja ini dini hari, jualannya pagi saja.


Jualan sampe jam berapa, Mbak?

Paling jam 10 lah. Biasanya sebelum itu udah habis semua, jadi gitu saya pulang aja.


Untuk satu porsi berapa harganya, Mbak?

Ya tergantung mau pake apa saja. Biasanya orang sukanya martabak tahu sama tempe orek, ditambah bawang goreng dan samball kacang. Kalo itu harganya 7.000, kalo nasinya separuh ya 5.000 aja. Ini ada beberapa jenis oreknya, ada juga tahu goreng, bihun, kuahan, ada daging, macam-macam ya. Yang penting nasinya masih hangat!


Wah, enak banget ya. Kenapa Mbak Nur pilih jual nasi uduk seperti ini?

Dulu saya kerja di Cafe Batavia, di kawasan wisata Kota Tua, tapi itu sebelum ada anak saya di rumah. Begitu saya punya anak, kerjaan seperti itu tidak cocok lagi karena terlalu jauh, dan jamnya juga tidak fleksibel. Makanya saya mulai jualan seperti ini, bantuin ibu saya.


Jadi rumah Mbak Nur enggak jauh dari sini ya?

Betul, rumah saya di kampung belakang sini, jadi waktu anak saya masih kecil itu nyaman saya tidak jauh-jauh dari rumah, apalagi sekarang ibu saya makin tua jadi perlu lebih banyak bantuan.


Oh iya masuk akal ya. Jadi Mbak Nur enggak ada keinginan kembali kerja seperti dulu ya?

Tidak. Ini saya lebih nyaman, masakan saya dinikmati, tidak jauh dari ibu dan anak saya, ya lebih cocok untuk saya sendiri.


Siap, terima kasih Mbak Nur. Selamat sukses ya.

Iya makasih kembali ya.


29 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua