Pak Sukardi - PKL Soto

"Tadinya tidak ingin kesini. Tapi karena ada hutang kontrakan yang menunggak 8 bulan, jadi saya usaha disini untuk membayar itu."

Sejak kapan mulai berdagang soto betawi, pak?

Sebelumnya selama pandemi saya di kampung 13 bulan. Tadinya tidak ingin kesini. Tapi karena ada hutang kontrakan yang menunggak 8 bulan, jadi saya usaha disini untuk membayar itu.


Kenapa tidak jualan di area C, pak?

Karena nggak boleh. Disana banyak kios dan warung, sudah pada ditempati. Kalau gerobak jarang. Jadi saya disini untuk sementara, aslinya saya punya lokasi di kecamatan (Kantor kecamatan Cilandak), langganannya banyak orang PNS. Tapi karena sekarang karyawannya lagi kosong, sepi. Jadi saya harus bergerak keliling.


Jalurnya dari mana ke mana, pak?

Dari sini sampai Jl. Lebak Bulus dua (radius 1 KM). Rasanya nggak jauh, tapi waktu pulang baru berasa. Berangkat dari jam 9 pagi, kalau rame sehabisnya stok jam 17.30, lalu saya pulang. Biasanya jam 2 disini mulai sepi, saya lanjut jalan.


Gimana dampak pandemi, pak? Apa sekarang lebih ramai?

Dulu sebelum pandemi, sehari dapat lumayan. Ibarat untungnya 10.000, waktu pandemi jadi 5.000. Jam ramai disini nggak menentu. Karena pelanggannya bukan orang kantoran yang tetap, tapi orang lewat, seperti pengguna toilet, atau orang beli bensin. Ada langganan tetap 1-2 orang, seperti karyawan Indomaret. Kalau sore pun, jam pulang kantor, pelanggannya tetap nggak bisa dipastikan. Rame saja, tapi belum tentu beli.


Apa keinginan untuk pangkalan bapak, dari area MRT?

kalau dibolehin ya, saya sadar yang permanen nggak mungkin, tapi minimal bisa dipasang tenda terpal, itu sudah alhamdulilah. Walaupun jualan di pinggir jalan, saya tetap bayar Rp. 10.000 ke indomaret. Keuntungannya kalau lagi ada satpol PP, saya diizinkan masuk parkiran sebentar supaya aman.



3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua