Pak Darmawan - Odong-Odong

Diperbarui: 18 Sep 2021

Setelah lulus Sekolah Dasar, Pak Darmawan merantau mengadu nasib ke Jakarta. Berlatar belakang kondisi ekonomi keluarga yang berkekurangan, dia memutuskan mencari pekerjaan di Jakarta. Awal mula datang di Jakarta dia bekerja sebagai pengamen di sekitar Bakmi Naga dan RS Kramat 128. Selain itu dia juga menerima tawaran sebagai kuli bangunan dan tukang loper koran.



Bagaimana dia akhirnya memutuskan menjadi tukang odong-odong?

Berawal dari kisah temannya yang terlebih dahulu berprofesi sebagai tukang odong-odong, akhirnya dia tergiur untuk berprofesi sama. Dia menyewa odong-odong dari juragan odong-odong di daerah Kawi-Kawi Johar Baru Jakarta Pusat. Uang sewa setiap hari yang harus dibayarkan ke juragan odong-odong sebesar Rp. 30,000. Setiap hari dia mengambil armada itu sekitar pukul 08.00 WIB dan mengembalikannya pukul 20.00 WIB. Wilayah operasinya untuk mengawali harinya dimulai dari Pasar Paseban dan Gang sekitaran Kramat Lontar sampai dengan pukul 12.00 WIB kemudian dia lanjutkan pukul 15.00 WIB s.d waktu mahgrib tiba di sekitaran Kramat Kwitang. Namun, setiap hari minggu dia beralih sebagai tukang parkir untuk Gereja di Kwitang. “Lumayan mbak, sehari bisa dapat 50 ribu kalo markir buat Gereja” kata dia.


Pendapatan?

Di hari dimana para krucils (anak kecil) ramai menggunakan jasanya, maka dia bisa meraup pendapatan senilai Rp. 85,000 kotor, namun disaat peruntungan tidak menghampirinya, dia hanya mampu membawa hasil kayuhan odong-odong senilai Rp. 25,000 kotor. Alhasil, dia harus mencari uang tamahan Rp. 5,000 untuk menutup kekurangan bayar sewa dari pinjam uang temannya terlebih dahulu atau nge-bon alias hutang dulu ke yang empunya odong-odong.


Dimana dia tinggal?

Pak Darmawan tinggal di Masjid yang berlokasi di Kwitang. Dia tinggal bersama beberapa temannya di Masjid itu, sehingga dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk tempat tinggal.


Suka duka menjadi Tukang Odong-odong?

Pak Darmawan pernah dikomplain oleh Ibu salah satu krucil yang naik odong-odong miliknya. Ketika si krucil yang nggak mau diam selama menikmati kayuhan kaki sang tukang odong-odong sembari mendengarkan lagu anak-anak yang diputar lewat pengeras suara, si krucil terjepit di sela-sela odong-odong miliknya. Pak Darmawan pun diomelin oleh sang Ibu dari krucil itu.

“Pak hati-hati dong bawa odong-odongnya” komplain Ibu si krucil.

“Ya, gimana bu, anaknya nggak mau diem. Saya kan dari tadi disini cuma genjot pedal” bela Pak Darmawan ke Ibu itu.

Bagi Pak Darmawan sendiri, kesenangan tersendiri ketika dia bisa melihat anak-anak senang ketika naik odong-odong miliknya.

Harapan Pak Darmawan saat ini dia ingin memperoleh kesempatan untuk diberikan kepercayaan berpindah posisi. Posisi yang dimaksud Pak Darmawan adalah dia ingin memperoleh kesempatan untuk dipercayai mengelola odong-odong listrik, dia berpendapat bahwa odong-odong listrik lebih mudah dan bisa mendatangkan keuntungan yang lebih.

24 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua